Dua hari yang lalu tepat, ulang tahunnya.
Namun sayang, saya sedang berada di lain kota, di lain tempat.
Pada saat terbangun di pagi hari.
Saya langsung teringat wajahnya.
Wajah yang mulai terlihat lelah, namun senyum selalu bergulir di wajahnya.
Wajah yang selalu membuat kangen.
Wajah yang selalu membuat saya menitikkan air mata bila harus pergi ke lain tempat untuk mengejar cita-cita saya.
Wajah yang selalu menyambut hangat ketika saya sedang berada di rumah.
Dan melakukan segala macam cara untuk membuat dua wanita dan satu lelaki di rumah selalu tersenyum dengan tingkah lakunya.
Tak pernah mengeluh meski keadaan selalu tidak berpihak padanya.
Saya tahu ketika saya sedang menulis ini.
Dia sedang dan selalu mendoakan saya.
Mendoakan yang terbaik buat saya.
Saya tidak tahu apakah saya sudah membahagiakannya.
Apakah malah kebalikannya, membuatnya kecewa.
Saya ingat ketika saya sedang bersedih,
ia selalu berada di samping saya.
Menguatkan saya, menghibur saya, dan selalu meyakinkan saya bahwa itu mungkin bukan yang terbaik buat saya.
Saya beruntung memilikinya.
Di usianya yang sudah senja ini, izinkan saya membahagiakannya, Tuhan.
Membuatnya bangga memiliki saya.
Dan kabulkanlah permintaan-permintaannya.
Dan berikanlah kesehatan dan umur panjang untuk dirinya.
Selamat ulang taun pap :*
Dita sayang papap..
No comments:
Post a Comment