Wednesday, April 20, 2011

meracau

rasanya ingin menulis.
tapi bingung ingin menulis apa.
rasa-rasanya setelah menulis itu.
selalu merasa terpuaskan.
rasanya ingin tertawa terbahak-bahak
bahkan kadang ingin menitikkan air mata.
yang entah datangnya kapan.
dan darimana dia berasal.

ah, selalu kesal dengan semua yang tidak sesuai harapan.
selalu kesal dengan hujan ketika tidak membawa payung.
selalu kesal terhadap orang yang selalu berpura-pura dan lelet.

ingin rasanya teriak di tepian pantai.
bermain pasir sambil memegang ombak yang datang dan pergi.
berlari tanpa memakai alas kaki.
bermain ayun-ayunan hingga tinggi bahkan hampir terjatuh.
hanya karena ingin terbebas.
terbebas dari tanggung jawab yang mengikat.
tanggung jawab yang saya persembahkan untuk orang-orang tersayang.

merasa berat, pasti.
tapi semua harus dilalui dengan penuh rasa sayang.
agar semua berakhir indah.

ya indah seperti lembayung yang tiap sore selalu nongol di luar rumah saya.
indah seperti jalan sore bersama seseorang.
indah saat semua orang tertawa karenamu.
indah saat menemukan es krim di siang hari bolong.
indah saat mengemut permen kesukaanmu.

ah, selalu meracau disaat hujan begini.
selalu meracau dan membuat tulisannya penuh.
selalu meracau dengan semangat yang tidak pernah ditemukan ketika kamu sedang bersedih.

meracau bagai burung.
hinggap di dahan satu lalu kemudian pergi dan meninggalkan jejak yang terlihat.
jejak yang terlihat sederhana padahal mampu membuat sebuah dahan terlihat rapuh.

rapuh adalah ketika kayu yang lama-lama basah oleh air hujan.
rapuh adalah ketika tidak ada seorang pun yang melihatmu.
ah, sudahlah cukup untuk malam ini

good night everybody :)
selamat menikmati malam yang dingin.
dengan hujan yang tidak berhenti sampe shubuh menjelang.

No comments:

Post a Comment